Minggu, 10 Februari 2019

Jangan Bersedih Karena Hari-hari itu Akan Berputar

Jangan bersedih jika hari-hari ini anda kalah karena hari-hari itu akan berputar. Barangkali kemenangan akan menghampiri mu tak lama lagi.  Dalam sekejap mata Allah mampu mengubah, satu keadaan ke keadaan lainnya.
      Renungkan lah apa yang menimpa Rasulullah Saw. dan para sahabatnya di Mekkah.Bagaimana beliau diusir dari Mekkah dan berkata dalam keadaan menangis, Demi Allah! Sesungguhnya engkau adalah negeri yang paling dicintai Allah dan paling dicintai Rasullullah. Jika bukan karena kaummu mengeluarkanku darimu, saya tidak saya tidak akan keluar.
      Itu terjadi hanya beberapa tahun, kemudian nabi Saw. kembali ke Mekkah untuk menaklukkannya pada peristiwa penaklukan Mekkah.  Pada hari ini, Bilal yang batu besar pernah diletakkan di atas dadanya dan diazab-datang. Pada hari itu dia naik ke atas Ka'bah untuk mengumandangkan adzan di hadapan pembesar-pembesar Quraisy.  Tidak ada seorang pun yang berani berkomentar.
      Jangan sedih bila hari ini anda fakir.  Mudah-mudahan Allah menjadikan kamu kaya di dunia dengan karunia Nya. Jika tidak, Anda akan melupakan semua kefakiran dan musibah ketika pertama kali melangkah ke surga. Kemudian Allah akan menggantikan kesedihanmu dengan kenikmatan yang belum pernah didengar oleh mata dan dilihat oleh pandangan mata, serta tidak pernah terlintas di hati manusia.
      Jangan bersedih jika anda sakit, besok Allah akan memberikanmu dengan kesehatan dan kesembuhan. Jika anda tidak menemukan kesembuhan kelak engkau akan mendapatkan pahala yang besar yang pernah terlintas dalam hati manusia. "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (39): 10).
       Diriwayatkan bahwa Ahmad bin Hambal Rahmatullah 'alaih mengunjungi Baqi' bin Muhammad ketika sakit, lalu dia berkata kepadanya, Wahai Abu Abdurrahman! Saya memberimu Khabar gembira dengan balasan Allah. Hari-hari sehat yang tidak ada sakitnya dan hari-hari sakit yang tidak ada sehstnyy."
       Artinya, hari-hari sehat ketika penyakit tidak merisaukan sehingga tekad manusia menjadi kuat, harapan-harapannya menjadi banyak dan keinginannya menjadi kokoh. Hari-hari sakit ketika kesehatan merisaukan fikiran, sehingga melemahkan harapannya di dalam jiwa, menekan keinginannya dan berkuasanya putus asa.
       Perkataan Imam Ahmad dikutip dari firman Allah: "Dan jika kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari kami, kemudian Rahmat itu kami cabut darinya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih. Dan jika kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar