Minggu, 24 Agustus 2014

FADHILAH BERKURBAN

       Ahmad bin Ishak berkisah: Aku memiliki seorang saudara yang fakir, namun demikian ia setiap tahun rajin berkurban seekor kambing.  Alkisah, setelah ia meninggal dunia aku mengerjakan sholat 2 rakaat, lalu aku panjatkan satu do'a:  "Ya Allah pertemukan aku dengan saudaraku.....(sebutkan namanya) didalam tidurku, aku perlu tanya tentang hal ihwalnya nanti."
       Sesudah itu aku tertidur dalam keadaan masih ada wudhu, maka aku melihat di tengah mimpiku seolah-olah telah terjadi hari kiamat, semua manusia digiring dari kubur mereka masing-masing tiba-tiba aku melihat saudaraku sedang berkuda abu-abu diantara kuda-kuda megah nan indah lainnya.  Aku bertanya: "Hai saudaraku! apa yang telah engkau dapatkan dari Tuhanmu?  Ia menjawab : "Ampunan dari Allah!"  Lalu aku bertanya lagi:  "Kenapa kau diampuni olehnya?"  Jawabnya :  "Sebabnya uang satu dirham yang aku berikan kepada seeorang wanita tua yang hidupnya dalam keadan fakir, ia dalam sabilillah!".  Tanyaku lagi:  "Bagaimana keadaan kuda-kuda ini?"  Jawabnya:  "Korban-korbanku dulu ketika hidup di alam dunia, dan kuda yang sekarang kunaiki ini, adalah korban yang pertama kali!".  Aku berkata: "Kini hendak kemanakah engkau wahai saudaraku?".  Jawabnya:  "Aku hendak ke sorga!".
       Akhirnya kaburlah ia dari pandangan mataku, seiring dengan terbangun aku dari tidurku.                Ta'bir Mimpi:
       Apa yang telah dialami oleh Ahmad Ishaq yakni bertemu dengan saudaranya dalam mimpi yang  telah mendapatkan kebahagiaan asbab dari amalan berkorban yang belum tentu semua orang dapat mengerjakannya adah satu bukti bagi kita kemanfaatan berkorban itu sendiri.  Berkurban itu adalah amalan yang dilakukan oleh umat Islam pada tiap-tiap hari raya Idul Adha di bulan zulhijah.
       Berkurban itu sendiri memiliki nilai pahala (upah) yang sangat besar dari Allah disamping itu kita telah melaksanankan sunnah Rasulullah s.a.w.  Berkurban itu juga dapat menghilangkan sifat kikir  dan juga sekaligus dapat menghilangkan penderitaan  orang yang hidup dalam kekurangan disekitar kita.
       Karena berkorban itu penuh dengan faktor sosial, maka Rasulullah sangat tidak suka bila ada orang-orang yang berkecukupan tidak melaksanakannya.  Sampai belia bersabda mengenai hal ini:  "Barangsipa yang dilapangkan rezekinya lalu ia tak mau berkorban, maka biarkan ia mati mau jadi Yahudi atau Nasrani. Dalam riwayat lain beliu bersabda:"Barangsiapa diberi kelapangan rezeki lalu ia tak mau berkorban, maka janganlah sekali-kali ia menghampiri tempat ibadah kami."

Pahala orang berkorban
       Rasulullah s.a.w. bersabda kepada 'Aisya r.a.:  "Hai  'Aisya, majukanlah hewan kurbanmu dan saksikanlah, sebab jejak tetes pertama  darah hewan qurban itu jatuh ke bumi, Allah mengampuni  dosa-dasamu yang terdahulu.
       Jawab' Aisya r.a.: "Apakah itu berlaku bagi kami. atau umumnya bagi kaum mukmin,ya Rasullullah?"
Rasulullah menjawab::  "Ya, berlaku bagi kita dan kaum mukminin pada umumnya."
       Wahab bin Munabih berkata:  "Nabi Daud berkata. "Ya Allah Tuhan kami, sebesar apakah pahala orang yang berkorban dari umat Nabi Muhammad s.a.w.?"
       Jawab Allah: "Aku memberi pahala kepadanya, setiap bulu dari badan hewan kurbannya 10 kebaikan, aku hapus 10 keburukannya, serta Aku naikkan 10 derajatnya,  baginya setiap helai rambut  menjadi sebuah gedung di surga, seorang putri pelayan dari bidadari yang cantik jellita dan kenderaan bersayap yang berkecepatan tinggi satu kali langkah sejauh mata memandang. ia kendaraan surga dan mengangkasa dengan kendaraan itu sesukanya.  Perlu engkau ketahui wahai Daud, bahwa hewan  kurban itu menjadi kendaraan dan bertindak sebagai pengaman dari bahaya kelak di hari kiamat!" (Zahratul Riyadl).
       Dari Anas dan Ali r.a Nabi s.a.w bersabda:  "Ketika orang-orang mukmin dihimpun dari kubur mereka, maka Allah s.w.t berseru:  "Hai para malaikatKu!  Jangan biarkan hamba-hambaKu berjalan kaki, naikkanlah mereka di atas kendaraan hewan korban mereka, sebab mereka telah terbiasa berkendaraan di dunia!  Adalah pertamakali sebagai kendarannya tulang rusuk ayahnya, kemudian perut/kandungan ibunya,
dan setelah lahir adalah pangkuan ibunya, hingga habis menyusuinya, selanjutnya pundak ayahnya, akhirnya setelah dewasa berkendaraan kuda dan keledai di darat, perahu atau bahtera dan sampan di laut, dan sesudah meninggal dunia adalah pundak-pundak kawannya, maka setelah bangun tidur janganlah mereka dibiarkan berjalan kaki, sebab mereka sudah terbiasa berkendaraan, untuk itu serahkanlah hewan korban mereka untuk kendaraan mereka!"   Nabi Muhammad s.a.w bersabda:  "Agungkanlah/pilihlah yang besar hewan korbanmu sebab hewan-hewan korbanmu sebagai kendaraanmu melintas di atas sirhat". (Rajabiyah).
       Rasulullah s.a.w  bersabda: "Barangsiapa yang berkorban dengan seekor hewan kurban, ketika ia bangun dari kuburnya, lalu ia pun melihat hewan kurbannya tegak di sisi kuburnya, hewan itu telah berubah wujud menjadi  berambut emas, kedua matanya dari yakut (batu merah dari surga) dan bertanduk emas. Maka iapun bertanya: "Siapakah anda ini?  kenapa berada disini padahal aku belum pernah melihat hewan sebagus engkau ini?".  Jawab hewan itu:  "Akulah hewan kurbanmu yang dulu engkau kurbankan ketika di dunia, maka naiklah engkau ke atas punggungku!".  Akhirnya orang itupun naik diatas punggungnya, berangkat bersama,mengangkasa  di kawasan anatara langit dan bumi,  sampailah ke tempat teduh  'Arasy' (Rajabiyah)
       Nabi s.a.w bersabda: "Siapa sholat seperti yang aku lakukan, dan beribadah haji seperti yang aku lakukan, berarti ia termasuk golongan/jamaahku.  Dan siapa tidak sholat seperti yang kulakukan, dan enggan berkurban, berarti ia bukan jamaahku, jika ia termasuk orang kaya.
       Rasulullah s.a.w bersabda:  "Pilihan umatku (yang terbaik dari ummatku), merekalah yang mau berkurban dan sebaliknya umatku yang terburuk yaitu merekalah yang enggan berkurban".  Rasulullah s.a.w bersabda:  "Ingatlah, bahwa  kurban itu termasuk amal-amal penyelamat, yang menyelamatkan pelaku/pemiliknya dari kejelekan dunia dan bahaya di akherat!".
       Demikianlah keterangan Islam tentang ibadah kurban.  Peristiwa yang dialami oleh Ahmad bin Ishaq itu semoga mampu membangkit semangat kita untuk berkorban pada tiap-tiap hari raya kurban yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia.  Amin!






   
     

Selasa, 19 Agustus 2014

PESAN SA’AD BIN RABI R.A. DALAM PERANG UHUD

P

Di pertempuran Uhud. Rosulullah saw. Bertanya,” Bagaimanakah keadaan Sa’ad bin Rabi r.a.? Maka diutuslah seorang sahabat untuk mencarinya. Dia mencari Sa’ad r.a. diantara mereka yang mati syahid. Mungkin dia masih hidup. Dia terus mencari Sa’ad r.a sambil berkata bahwa dia diutus oleh Rosulullah saw. Tiba-tiba terdengar suara rintihan dari suatu tempat, ternyata dia adalah Sa’ad r.a yang terluka parah dan berada dalam keadaan sakaratul maut. Dia berada diantara tujuh orang yang telah gugur syahid.
                Pada akhir hayatnya, Sa’ad r.a. berkata, “Sampaikanlah salam saya kepada Rosulullah, dan katakanlah kepada beliau, semoga Alloh Swt. Memberikan derajat dan kemuliaan yang lebih tinggi kepada beliau daripada kemuliaan Nabi-Nabi terdahulu yang telah diberikan oleh umatnya. Dan kata-kata kepada kaum muslimin bahwa mereka tidak akan selamat dari azab Allah pada hari kiamat seandainya ada musuh yang mendekati dan menganiaya Rosulullah saw. kemudian mereka hanya berdiaam diri.”

Hikmah kisah diatas:
Semoga Allah swt. Mengaruniakan pahala kepada kita seperti yang telah dikaruniakan kepada para sahabat r.a.. mereka telah berkorban untuk agama Allah Swt. Dengan sungguh-sungguh. Mudah-mudaan Allah Swt. Dengan kasih dayang-Nya menerangi kubur-kubur mereka yang telah mengorbankan jiwa dan raga untuk Agama Allah Swt. WalaupKesimpulannyaun mereka mengalami kesusahan, tetapi mereka tetap menjalani hidup ini tanpa beban, tanpa keluhan, tanpa rasa takut dan gentar. , demi untuk menjaga Nabi saw. mereka rela mengorbankan nyawa mereka. Semoga kita dikaruniai kasih sayang seerti mereka. Amin.

Sabtu, 16 Agustus 2014

KESULITAN HIDUP ASMA BINTI ABU BAKAR R.A

Asma r,a adalah putri Abu Bakar r.a dan ibu Abdullah bin Zubair r.a., juga saudara perempuan Aisyah r.a Asma r.a telah memeluk islam ketika islam berkembang. Dalam suatu keterangan disebutkan bahwa Asma r.a adalah orang yang ketujuh belas memeluk islam, dia lahir 27 tahun sebelum hijra. Ketika Rosulullah saw. dan Abu Bakar r.a. hijrah ke Madinah. Sesampainya disana. Abu Bakar r.a. telah memerintakan Zaid r.a. dan beberapa pengwalnya agar pergi ke Mekkah untuk engambil kudanya dan menjemput kelurganya agar dibawah ke Madinah. Dalam rombongan itulah Asma r.a. yang sedang hamil, ikut berhijrah. Setibanya di Quba, lahirlah dari rahim Asma r.a. putranya yang pertama, yaitu Abdulah bin Zubair r.a. Dalam sejara isalam, itulah bayi yang pertama kali lahir setelah hijrah. Pada masa itu, banyak terjadi kesulitan, kesushaan, kemiskinan dan kelaparan. Tetapi pada masa itu pula, timbul kehebatan dan keberanian yang luar biasa.

Dalam sebuah hadist yng diriwayatkan oleh Bukhari rah.a/, disebutkan  bahwa Asma r.a. bercerita ,"Ketika saya menikah dengan Zubair r.a. dia tidak memiliki harta apapun.  Tidak  mempunyai  tanah, tidak ada pembantu untuk meringankan pekerjaan, juga tidak memiliki sesuatu pun.  Saya hanya memiliki seekor untu yang digunakan untuk membawa air dan membawa rumput.  Selaian itu saya juga memiliki seekor kuda dan  saya sendirilah yang menumhuk korma untuk makanan hewan-hewan tadi.  Saya mengisi tempat air sendiri, apabila embernya pecah, maka saya dendirilah yang memperbaikinya.Selaian itu saya sendirilah yang merawat kuda, mencarikan rumput dan memberinya makan.  Saya mengerjakan pekerjaan rumah tangga seerang diri.  Dari semua pekerjaan itu, yang paling sulit adalah memberi makan kuda.

Karena saya kurang pandai membuat roti, maka biasanya saya hanya mencampurkan gandum dengan air, kemudian saya bawa kepada seerang wanita Ansor untuk dimasaknya.  Dia adalah wanita yang sangat ikhlas, dan dialah yang memasakkan roti untuk saya.  "

Ketika Rasullullah s.a.w hijrah ke Madinah, maka beliau telah menghadiakan sebidang tanah pada Zubair r.a. yang letaknya kurang lebih 2 mil dari Madinah.  Lalu kami menanam pohon-pohon kurma di atas tanah itu.  Pada suatu hari, saya sedang berjalan di kebun sambil membawa kurma yang saya letakkan diatas kepala saya.  Tiba-tiba saya berjumpa dengan Rasulullah s.a.w. dan beberapa sahabat Ansor,yang sedang menunggang unta.  Rasulullah s.a.w menghentikan untah setelah melihat saya.  Kemudia beliau mengisaratkan saya agar menaiki unta beliau.  Saya merasa sangat malu dengan kaum lelaki lainnya.  Selain itu, saya merasa sangat khawatir karena suami saya Zubair r.a sangat pencemburu, dan saya khawatir dia akan marah.   Rasullullah s.a.w memahami perasaan saya, hingga akhirnya beliau meninggalkan saya sendiri."

"Kemudia, saya segerah  pulang ke rumah.  Sampai di rumah saya menyampaikan kejadian tadi pada suami saya, Zubair r.a., bahwa  saya khawatir dia akan cemburu dan marah kepada saya.  Zubair r.a. berkata,"demi Allah, saya lebih cemburu kepadamu yang selalu membawa kurma-kurma diatas kepalamu sedangkan saya tidak dapat membantumu.  "Sebenarnya keadaan ini darurat, karena para sahabat sibuk dengan berjihad, maka pekerjaan rumahtangga terpaksa dikerjakan oleh istri-istri mereka.

Setelah itu ayah saya, Abu bakar r.a. memberi saya seorang hamba sahaya yang dihadiakan oleh Rasulullah s.a.w..  Dengan adanya pembantu di rumah kami, maka pekerjaan rumah menjadi ringan, seolah-olah saya terbebas dari penjara. 

Memang sudah menjadi kebiasaan bangsa Arab dari dulu sampai sekarang, untuk memberi makan unta dan kuda, biasanya mereka menumbuk kurma, kemudian dicampur dengan air.

SAHABAT YANG MEMBAYAR LEBIH ZAKAT UNTANYA

Ubay bin Kaab bercerita suatu hari rasulullah pernah menyuruh saya bertugas mengumpulkan zakat di suatu daerah. Sayapun pergi menemui seseorang di daerah itu dan meminta keterangan tentang harta miliknya. Setelah minta keterangan darinya sayapun berkesimpulan bahwa dia telah wajib membayar zakat dengan seekor anak unta yang berusia satu tahun. Setelah i diberitahu tentang hal itu iapun berkata,"Apagunanya anak unta yang baru berusia setahun. Engkau tak dapat menunggang dan mengambil susunya. Aku mempunyai seekor unta betina dewasa ambillah unta betina itu sebagai gantinya.
 Akupun menjawab,"Tugas yang dipikulkan kepadasku tidak membenarkan aku mengambil lebih dari yang telah ditetapkan. Sekarang Rasulullah sedang dalam perjalanandan saya akan datang menghadapnya serta memberitahu akan hal ini. Seandainya beliau akan senang hati menerimanya aku akanpun akan menerimanya. Sebaliknya bila beliau keberatan , maka akupun tidak akan menerimanya." Kemudian orang itupun membawa seekor unta betinanya kepada Nabi s.a.w dan mionta nasehat kepada beliau seraya berkata.""wahai Rasulullah wakilmu telah datang kepadaku untuk mengumpulkan zakat.Demi Allah! Sesungguhnya aku belum pernah mendapatkan kesempatan yang sangat berharga ini, yaitu membayar sesuatru kepada rasullullah s.a.w atau wakilnyha. Oleh karena itu aku telah menghitung seluruh hartaku dan aku telah memberitahukannya kepada wakilmu. Wakil itu memutuskan agar aku membayar seekor unta berusia 1 tahun. Wahai Rasulullah! Unta seusia itu belum dapat dimanfaatkan. Ia tidak dapat mengeluarkan susu dan memikul barang. oleh karena itu aku usulkan agar Rasulullah terima unta betina dewasa yang bagus ini sebagai gantinya, tapi sayangnya, wakilmu menolaknya tanpa izinmu. Sekarang aku datang menemuimu dengan membawa unta betina itu." Rasulullah s.a.w bersabda, "Memang benar, hanya sekedar itulah yang harus dikeluarkan olehmu sebagaimana yang telah ditetapkan wakilku, tetapi jika kamu sanggup memberi lebih dari apa yang telah ditetapkan, itu akan diterima." Orang itu kemudian menyerahkan unta betina itu kepada Rasulullah s.a.w dan beliaupun menerimanya serta mendoakan keberkahan untuk orang tersebut.

ALLAH ZAT YANG MAHA PENCIPTA

Allah adalah zat yang maha pencipta, tujuh petala langit dan tujuh petala bumi ada dalam genggamannya tak terkecuali sedikitpun. Dan kita manusia adalah makhluk kebanggan Allah yang diberinya amanah untuk memakmurkan bumi ini dan menjalankan semua perintahnya dan jauhkan semua larangannya. Amanah ini sangat berat. ketika bumi dan langit dipanggil Allah, dan ditawarkan kepada keduanya mereka menolak. Karena bila mampu memikulnya akan mendapat pahala dan bila tak sanggup akan mendapatkan azab.

Dan ketika ditawarkan kepada manusia, mnanusia menerimanya walaupun mereka banyak yang melanggarnya. Sesungguhnya Allah yang telah menciptakan alam semesta ini (dunia) ini adalah untuk manusia dan Allah ciptakan manusia untuk berkhidmat kepada-Nya. Namun sekarang menjadi kebalikannya, manusia justru berkhidmat kepada dunia bukan kepada Allah dengan kata lain manusia telah menjadi hamba dunia bukan menjadi hamba Allah. Manusia telah menjadikan dunia sebagai tuannya dan manusia telah diperbudaki oleh dunia, siang dan malam mereka kejar dunia kaki jadi kepala kepala jadi kaki hingga ketika maut datang menjemput ia masih dalam suasana mengejar dan cinta dunia hingga tak siap dengan bekal.

Wahai manusia, hari ini kau cari dunia dengan mengejar harta. Ingatlah, bila harta yang akan membuatmu bahagia, tentunya Qorunlah orang yang paling bahagia di dunia ini. Namun sebaliknya dia termasuk dalam golongan orang yang dilaknat di dunia dan di akherat. Di belakang namanya ada gelar LAKNATULLAHALAIH (laknat Allah atanya).

Wahai manusia, hari ini kau cari kekuasaan, kau kejar mati-matian, Ingatlah, bila kekuasaan yang membuatmu bahagia, tentunya  Firaun lah orang yang bahagia, namun sebaliknya Firaunlah yang dilaknat Allah. Sehingga iapun mendapatkan gelar yang satu ini Firaun laknatullahalai.  

Di manakah letak kebahagiaan yang sebenarnya? Kebahagiaan itu terletak di dalam agamnya Allah.  Taat perintah Allah dan ikut sunnah Nabiny-Nya, Muhammad saw.

Jumat, 15 Agustus 2014

RASA TAKUT HANZALA R.A TERHADAP SIPAT MUNAFIK

   Bercerita Hanzhala r.a. "Pada suatu hari kami menghadiri majelis Rasulullah saw. Belia menasehati kami, dan nasihat itu membuat  hati kami jadi lembut hingga menangis bercucuran air mata, seolah-olah kami sedang melihat sorga dan neraka seperti yang dikisahkannya oleh beliau.  Pulang dari dari majelis Rasulullah saw., aku pulang ke rumah bertemu dengan anak dan istriku. Lalu bercanda dengan anak-anak dan bercumbu dengan istriku. Kemudian topik pembicaraan kami pun mulai masalah dunia. Suasana di rumah berubah berbeda dengan suasana di Majelis Rasulullah saw. Jika tadi saya ada rasa takut di hati tapi sekarang ada rasa gembira.  Tiba-tiba aku berkata dalam hati,"Hanzhala engkau kini telah jadi munafik. Nyatanya, keadaanmu ketika berada di hadapan Rasulullah saw. jauh berbeda dengan keaadaan sekarang ketika kamu berada di rumah."

       Aku merasa sangat sedih dan kecewa dengan keaadaan ku sendiri.  Aku pun keluar rumah sambil berkata,"Hanzhala telah menjadi munafik."  Dan ketika bertemu dengan Abu Bakar akupun tetap berkata demikian.  Abu Bakar berkata,"Subhanallah! Apa yang telah kau katakan? Sekali-kali Hanzhala bukanlah seorang yang munafik."

       Aku berkata,"Ketika kita dengar wejangan Rasulullah saw. tadi, aku merasa surga dan neraka benar-benar di depan kita, Tapi ketika pulang bertemu dengan keluarga, kita lupakan kampung akhirat,"Abu Bakar ra. berkata, "Ya, keadaan aku pun juga demikian." Kemudian kami berdua menemui Rasulullah saw.

      Aku berkata,"Ya Rasulullah, aku telah menjadi orang munafik."
       Nabi saw bertanya,"Apa yang telah terjadi?"
      Aku berkata,"Ya Rasulullah ketika kami sedang berada di majelis mu dan engkau bercerita tentang surga dan neraka pada kami, kami merasa takut.  Tapi jika kami kembali ke rumah dan menjumpai anak  istri kami, bermain dan bercanda bersama mereka kami lupakan surga dan neraka."

      Mendengar keteranganku itu, Nabi saw. bersabda,"Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, jika setiap saat kaeadaanmu seperti waktu berada di dekatku, niscaya mara malaikat akan turun ucapkan salam kepadamu di tempat tidurmu dan ketika kamu sedang berjalan.  Tetapi wahai Hanzhala, keadaan seperti ini jarang terjadi."

HIKMAH:
       Menurut Nabi saw. meski bagaimanapun teguhnya iman seseorang, dia tak dapat mencurahkan seluruh perhtinnya kepada akhirat melulu, karena sebagai seorang manusia dia juga harus memperhatikan keperluan hidupnya seperti makan, minum, anak, dan istri.  Walaupun ada manusia yang setiap saat selalu ingat kampung akhirat.  Tapi jumlahnya sangat sedikit.
   
      Namun yang perlu kita perhatikan adalah sikap para sahabat dalam hal memikirkan agama.  Sedikit saja bergeser dari apa yang dinasihatkan Rasulullah saw. mereka merasa bahwa dirinya telah menjadi munafik.  Dikatakan bila kita mencintai sesuatu maka kita akan selalu memikirkan nya. Contoh, bila kita cinta anak kita, dan dia sedang berpergian maka kita akan selalu menanyakannya dan berfikir tentang dia.