Ahmad bin Ishak berkisah: Aku memiliki seorang saudara yang fakir, namun demikian ia setiap tahun rajin berkurban seekor kambing. Alkisah, setelah ia meninggal dunia aku mengerjakan sholat 2 rakaat, lalu aku panjatkan satu do'a: "Ya Allah pertemukan aku dengan saudaraku.....(sebutkan namanya) didalam tidurku, aku perlu tanya tentang hal ihwalnya nanti."
Sesudah itu aku tertidur dalam keadaan masih ada wudhu, maka aku melihat di tengah mimpiku seolah-olah telah terjadi hari kiamat, semua manusia digiring dari kubur mereka masing-masing tiba-tiba aku melihat saudaraku sedang berkuda abu-abu diantara kuda-kuda megah nan indah lainnya. Aku bertanya: "Hai saudaraku! apa yang telah engkau dapatkan dari Tuhanmu? Ia menjawab : "Ampunan dari Allah!" Lalu aku bertanya lagi: "Kenapa kau diampuni olehnya?" Jawabnya : "Sebabnya uang satu dirham yang aku berikan kepada seeorang wanita tua yang hidupnya dalam keadan fakir, ia dalam sabilillah!". Tanyaku lagi: "Bagaimana keadaan kuda-kuda ini?" Jawabnya: "Korban-korbanku dulu ketika hidup di alam dunia, dan kuda yang sekarang kunaiki ini, adalah korban yang pertama kali!". Aku berkata: "Kini hendak kemanakah engkau wahai saudaraku?". Jawabnya: "Aku hendak ke sorga!".
Akhirnya kaburlah ia dari pandangan mataku, seiring dengan terbangun aku dari tidurku. Ta'bir Mimpi:
Apa yang telah dialami oleh Ahmad Ishaq yakni bertemu dengan saudaranya dalam mimpi yang telah mendapatkan kebahagiaan asbab dari amalan berkorban yang belum tentu semua orang dapat mengerjakannya adah satu bukti bagi kita kemanfaatan berkorban itu sendiri. Berkurban itu adalah amalan yang dilakukan oleh umat Islam pada tiap-tiap hari raya Idul Adha di bulan zulhijah.
Berkurban itu sendiri memiliki nilai pahala (upah) yang sangat besar dari Allah disamping itu kita telah melaksanankan sunnah Rasulullah s.a.w. Berkurban itu juga dapat menghilangkan sifat kikir dan juga sekaligus dapat menghilangkan penderitaan orang yang hidup dalam kekurangan disekitar kita.
Karena berkorban itu penuh dengan faktor sosial, maka Rasulullah sangat tidak suka bila ada orang-orang yang berkecukupan tidak melaksanakannya. Sampai belia bersabda mengenai hal ini: "Barangsipa yang dilapangkan rezekinya lalu ia tak mau berkorban, maka biarkan ia mati mau jadi Yahudi atau Nasrani. Dalam riwayat lain beliu bersabda:"Barangsiapa diberi kelapangan rezeki lalu ia tak mau berkorban, maka janganlah sekali-kali ia menghampiri tempat ibadah kami."
Pahala orang berkorban
Rasulullah s.a.w. bersabda kepada 'Aisya r.a.: "Hai 'Aisya, majukanlah hewan kurbanmu dan saksikanlah, sebab jejak tetes pertama darah hewan qurban itu jatuh ke bumi, Allah mengampuni dosa-dasamu yang terdahulu.
Jawab' Aisya r.a.: "Apakah itu berlaku bagi kami. atau umumnya bagi kaum mukmin,ya Rasullullah?"
Rasulullah menjawab:: "Ya, berlaku bagi kita dan kaum mukminin pada umumnya."
Wahab bin Munabih berkata: "Nabi Daud berkata. "Ya Allah Tuhan kami, sebesar apakah pahala orang yang berkorban dari umat Nabi Muhammad s.a.w.?"
Jawab Allah: "Aku memberi pahala kepadanya, setiap bulu dari badan hewan kurbannya 10 kebaikan, aku hapus 10 keburukannya, serta Aku naikkan 10 derajatnya, baginya setiap helai rambut menjadi sebuah gedung di surga, seorang putri pelayan dari bidadari yang cantik jellita dan kenderaan bersayap yang berkecepatan tinggi satu kali langkah sejauh mata memandang. ia kendaraan surga dan mengangkasa dengan kendaraan itu sesukanya. Perlu engkau ketahui wahai Daud, bahwa hewan kurban itu menjadi kendaraan dan bertindak sebagai pengaman dari bahaya kelak di hari kiamat!" (Zahratul Riyadl).
Dari Anas dan Ali r.a Nabi s.a.w bersabda: "Ketika orang-orang mukmin dihimpun dari kubur mereka, maka Allah s.w.t berseru: "Hai para malaikatKu! Jangan biarkan hamba-hambaKu berjalan kaki, naikkanlah mereka di atas kendaraan hewan korban mereka, sebab mereka telah terbiasa berkendaraan di dunia! Adalah pertamakali sebagai kendarannya tulang rusuk ayahnya, kemudian perut/kandungan ibunya,
dan setelah lahir adalah pangkuan ibunya, hingga habis menyusuinya, selanjutnya pundak ayahnya, akhirnya setelah dewasa berkendaraan kuda dan keledai di darat, perahu atau bahtera dan sampan di laut, dan sesudah meninggal dunia adalah pundak-pundak kawannya, maka setelah bangun tidur janganlah mereka dibiarkan berjalan kaki, sebab mereka sudah terbiasa berkendaraan, untuk itu serahkanlah hewan korban mereka untuk kendaraan mereka!" Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Agungkanlah/pilihlah yang besar hewan korbanmu sebab hewan-hewan korbanmu sebagai kendaraanmu melintas di atas sirhat". (Rajabiyah).
Rasulullah s.a.w bersabda: "Barangsiapa yang berkorban dengan seekor hewan kurban, ketika ia bangun dari kuburnya, lalu ia pun melihat hewan kurbannya tegak di sisi kuburnya, hewan itu telah berubah wujud menjadi berambut emas, kedua matanya dari yakut (batu merah dari surga) dan bertanduk emas. Maka iapun bertanya: "Siapakah anda ini? kenapa berada disini padahal aku belum pernah melihat hewan sebagus engkau ini?". Jawab hewan itu: "Akulah hewan kurbanmu yang dulu engkau kurbankan ketika di dunia, maka naiklah engkau ke atas punggungku!". Akhirnya orang itupun naik diatas punggungnya, berangkat bersama,mengangkasa di kawasan anatara langit dan bumi, sampailah ke tempat teduh 'Arasy' (Rajabiyah)
Nabi s.a.w bersabda: "Siapa sholat seperti yang aku lakukan, dan beribadah haji seperti yang aku lakukan, berarti ia termasuk golongan/jamaahku. Dan siapa tidak sholat seperti yang kulakukan, dan enggan berkurban, berarti ia bukan jamaahku, jika ia termasuk orang kaya.
Rasulullah s.a.w bersabda: "Pilihan umatku (yang terbaik dari ummatku), merekalah yang mau berkurban dan sebaliknya umatku yang terburuk yaitu merekalah yang enggan berkurban". Rasulullah s.a.w bersabda: "Ingatlah, bahwa kurban itu termasuk amal-amal penyelamat, yang menyelamatkan pelaku/pemiliknya dari kejelekan dunia dan bahaya di akherat!".
Demikianlah keterangan Islam tentang ibadah kurban. Peristiwa yang dialami oleh Ahmad bin Ishaq itu semoga mampu membangkit semangat kita untuk berkorban pada tiap-tiap hari raya kurban yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Amin!
Sesudah itu aku tertidur dalam keadaan masih ada wudhu, maka aku melihat di tengah mimpiku seolah-olah telah terjadi hari kiamat, semua manusia digiring dari kubur mereka masing-masing tiba-tiba aku melihat saudaraku sedang berkuda abu-abu diantara kuda-kuda megah nan indah lainnya. Aku bertanya: "Hai saudaraku! apa yang telah engkau dapatkan dari Tuhanmu? Ia menjawab : "Ampunan dari Allah!" Lalu aku bertanya lagi: "Kenapa kau diampuni olehnya?" Jawabnya : "Sebabnya uang satu dirham yang aku berikan kepada seeorang wanita tua yang hidupnya dalam keadan fakir, ia dalam sabilillah!". Tanyaku lagi: "Bagaimana keadaan kuda-kuda ini?" Jawabnya: "Korban-korbanku dulu ketika hidup di alam dunia, dan kuda yang sekarang kunaiki ini, adalah korban yang pertama kali!". Aku berkata: "Kini hendak kemanakah engkau wahai saudaraku?". Jawabnya: "Aku hendak ke sorga!".
Akhirnya kaburlah ia dari pandangan mataku, seiring dengan terbangun aku dari tidurku. Ta'bir Mimpi:
Apa yang telah dialami oleh Ahmad Ishaq yakni bertemu dengan saudaranya dalam mimpi yang telah mendapatkan kebahagiaan asbab dari amalan berkorban yang belum tentu semua orang dapat mengerjakannya adah satu bukti bagi kita kemanfaatan berkorban itu sendiri. Berkurban itu adalah amalan yang dilakukan oleh umat Islam pada tiap-tiap hari raya Idul Adha di bulan zulhijah.
Berkurban itu sendiri memiliki nilai pahala (upah) yang sangat besar dari Allah disamping itu kita telah melaksanankan sunnah Rasulullah s.a.w. Berkurban itu juga dapat menghilangkan sifat kikir dan juga sekaligus dapat menghilangkan penderitaan orang yang hidup dalam kekurangan disekitar kita.
Karena berkorban itu penuh dengan faktor sosial, maka Rasulullah sangat tidak suka bila ada orang-orang yang berkecukupan tidak melaksanakannya. Sampai belia bersabda mengenai hal ini: "Barangsipa yang dilapangkan rezekinya lalu ia tak mau berkorban, maka biarkan ia mati mau jadi Yahudi atau Nasrani. Dalam riwayat lain beliu bersabda:"Barangsiapa diberi kelapangan rezeki lalu ia tak mau berkorban, maka janganlah sekali-kali ia menghampiri tempat ibadah kami."
Pahala orang berkorban
Rasulullah s.a.w. bersabda kepada 'Aisya r.a.: "Hai 'Aisya, majukanlah hewan kurbanmu dan saksikanlah, sebab jejak tetes pertama darah hewan qurban itu jatuh ke bumi, Allah mengampuni dosa-dasamu yang terdahulu.
Jawab' Aisya r.a.: "Apakah itu berlaku bagi kami. atau umumnya bagi kaum mukmin,ya Rasullullah?"
Rasulullah menjawab:: "Ya, berlaku bagi kita dan kaum mukminin pada umumnya."
Wahab bin Munabih berkata: "Nabi Daud berkata. "Ya Allah Tuhan kami, sebesar apakah pahala orang yang berkorban dari umat Nabi Muhammad s.a.w.?"
Jawab Allah: "Aku memberi pahala kepadanya, setiap bulu dari badan hewan kurbannya 10 kebaikan, aku hapus 10 keburukannya, serta Aku naikkan 10 derajatnya, baginya setiap helai rambut menjadi sebuah gedung di surga, seorang putri pelayan dari bidadari yang cantik jellita dan kenderaan bersayap yang berkecepatan tinggi satu kali langkah sejauh mata memandang. ia kendaraan surga dan mengangkasa dengan kendaraan itu sesukanya. Perlu engkau ketahui wahai Daud, bahwa hewan kurban itu menjadi kendaraan dan bertindak sebagai pengaman dari bahaya kelak di hari kiamat!" (Zahratul Riyadl).
Dari Anas dan Ali r.a Nabi s.a.w bersabda: "Ketika orang-orang mukmin dihimpun dari kubur mereka, maka Allah s.w.t berseru: "Hai para malaikatKu! Jangan biarkan hamba-hambaKu berjalan kaki, naikkanlah mereka di atas kendaraan hewan korban mereka, sebab mereka telah terbiasa berkendaraan di dunia! Adalah pertamakali sebagai kendarannya tulang rusuk ayahnya, kemudian perut/kandungan ibunya,
dan setelah lahir adalah pangkuan ibunya, hingga habis menyusuinya, selanjutnya pundak ayahnya, akhirnya setelah dewasa berkendaraan kuda dan keledai di darat, perahu atau bahtera dan sampan di laut, dan sesudah meninggal dunia adalah pundak-pundak kawannya, maka setelah bangun tidur janganlah mereka dibiarkan berjalan kaki, sebab mereka sudah terbiasa berkendaraan, untuk itu serahkanlah hewan korban mereka untuk kendaraan mereka!" Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Agungkanlah/pilihlah yang besar hewan korbanmu sebab hewan-hewan korbanmu sebagai kendaraanmu melintas di atas sirhat". (Rajabiyah).
Rasulullah s.a.w bersabda: "Barangsiapa yang berkorban dengan seekor hewan kurban, ketika ia bangun dari kuburnya, lalu ia pun melihat hewan kurbannya tegak di sisi kuburnya, hewan itu telah berubah wujud menjadi berambut emas, kedua matanya dari yakut (batu merah dari surga) dan bertanduk emas. Maka iapun bertanya: "Siapakah anda ini? kenapa berada disini padahal aku belum pernah melihat hewan sebagus engkau ini?". Jawab hewan itu: "Akulah hewan kurbanmu yang dulu engkau kurbankan ketika di dunia, maka naiklah engkau ke atas punggungku!". Akhirnya orang itupun naik diatas punggungnya, berangkat bersama,mengangkasa di kawasan anatara langit dan bumi, sampailah ke tempat teduh 'Arasy' (Rajabiyah)
Nabi s.a.w bersabda: "Siapa sholat seperti yang aku lakukan, dan beribadah haji seperti yang aku lakukan, berarti ia termasuk golongan/jamaahku. Dan siapa tidak sholat seperti yang kulakukan, dan enggan berkurban, berarti ia bukan jamaahku, jika ia termasuk orang kaya.
Rasulullah s.a.w bersabda: "Pilihan umatku (yang terbaik dari ummatku), merekalah yang mau berkurban dan sebaliknya umatku yang terburuk yaitu merekalah yang enggan berkurban". Rasulullah s.a.w bersabda: "Ingatlah, bahwa kurban itu termasuk amal-amal penyelamat, yang menyelamatkan pelaku/pemiliknya dari kejelekan dunia dan bahaya di akherat!".
Demikianlah keterangan Islam tentang ibadah kurban. Peristiwa yang dialami oleh Ahmad bin Ishaq itu semoga mampu membangkit semangat kita untuk berkorban pada tiap-tiap hari raya kurban yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Amin!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar